PROPOSAL CINTA
PROPOSAL CINTA
“membuat cinta kita”
LATAR BELAKANG
“cinta” ia ada semenjak kelahiran kita. Ia universal milik semua manusia. Karna dalam (kapasitasnya) kita ada karna cinta, karena benci, karena pertanyaan yang melahirkan makna. Supaya adanya kita karna memang adanya kita.
Namun pertanyaannya adalah :
Apakah disaat aku melihatmu, aku tetap melihat saat kututup mata?
Apakah tetap ada saat kubuka mata dan tak ada saat kututup mata ?
Apakah yang “ada “saat kubuka dan tak ada saat kututup mata?
Begitu pula dengan cinta saya ? Institusi cinta adalah hati, maka hati yang bisa membuat, membuka,menutup sebuah cinta. Dalam tradisi jawa dikatakan “ tresno jalaran soko kulino”, hal ini menandakan bahwa dimensi cinta bukanlah membahas ketertarikan dua insan saja. Adam dan hawa memang diciptakan sebagai lambang “kesepiannya hati”, namun sejarah juga membuktikan bahwa selain mempunyai cinta antar keduanya juga terjatuh (cinta) dalam bingkai materi sealam semesta semampu ia pandang, ia mimpikan, ia idealkan, dan ia raih. Karena bagaimanapun realitas adam dan hawa adalah realitas adanya kebutuhan jiwa yang untuk dicintai, dan jasmani yang juga untuk dikasihi.
Cinta secara dafinitif adalah ketertarikan jiwa akan sesuatu. Tertarik pada mobil, pada kucing, pada si ponirah dan lain-lain, namun secara esensial cinta bukanlah sesuatu yang tentatif (sementara). Seperti halnya cintanya rasul pada umatnya, pada istri-istrinya dan pada keluarganya, cinta yang abadi. Cinta yang abadi karena berbasis ketuhanan. Hal itu terbukti dan diIkuti oleh sejarahawan dan para penggemar karya fiktif seperti buku : kahlil ghibran, romeo and julet, laila majnun dan kisah kisah abstraktif lainnya. Group musik dewa melalui “ arjuna mencari cinta” memberikan gambaran pada kita, betapa paham materialisme dalam bercinta bukan saja terjadi pada zaman feodal dulu, namun justru makin memprihatinkan, karena relevansi bukunya eko prasetyo “ anak miskin dilarang sekolah” bisa bermetamorfosis menjadi “orang miskin dilarang bercinta”, cinta hanyalah mimpi, kecuali bagi orang kaya, berjabatan, kekuasaan….astahfirrulah.
Aku juga manusia, butuh cinta. Cintaku adalah memberi dan mengerti tanpa mengharap diberi dan dimengerti. Namun ketakutanku adalah: ketika aku bisa menguraikan folosofis cinta, dapatkah ku dapat sebuah cinta yang sebenarnya. Marahkah ku jika tidak mendapatkan gadis secantik, secerdas, sebaik, setulus, aisyah istri rosul. Ataukah sejarah tak mungkin sama karna aku lebih bisa menjadi umar bin khotob yang dulu kafir meski akhirnya menjadi khalifah islam ?, padahal juga aku bukanlah dia (umar) yang keras kepala dan sulit tersenyum. Siapapun aku, aku adalah aku, dan aku akan mencari aku yang sempurna. Termasuk cintaku….
Tentang kamu
Kamu adalah aisyah ku. Maka wajar jika akan taruh hati ini padamu. Ini bukanlah rayuan konvensional, atau basa basinya orang jawa. Untuk meyakinkan kamu, bahwa kamu itu sangaaaaaaat cuuuuaaantiiik, ambillah kaca dan pandangilah wajahmu yang seperti aisyah itu!!, kalo masih tak percaya aku rela buat quesioner atau angket kepada masyarakat untuk membuktikan bahwa kau luar biasa. Kamu juga baaaaiiiik. Pokoknya kau….masyaallah.
Tentang cintaku
Aku bukanlah pecinta “cinta” yang bisa jatuh karena cinta. Meskipun aku belum yakin menjadi pecinta berbasis ilahi, namun setidaknya aku telah sadar dan berusaha untuk menjadi pecinta tersebut. Mencari cinta karena tuhan, agar abadi didunia dan dihari kebangkitan.
MAKSUD DAN TUJUAN
1. Untuk meyakinkan kamu bahwa aku betul-betul cinta sama kamu.
2. Untuk menyamakan persepsi tentang proses pengenalan jiwa kita (bentuk pacaran yang kamu pinta).
3. Untuk membentuk komitmen yang abadi
4. Untuk membentuk cinta yang yang abadi.
BENTUK KEGIATAN
Kegiatan yang ingin dilakukan adalah proses pengenalan jiwa antara kita (pacaran) membangun komitmen bersama. Dengan memegang prinsip demokrasi yang islami.
TARGET
1. Terbentuknya komitmen bersama, hidup bersama yang sakinah mawadah warohmah (yang diridhoi allah swt).
2. Keyakinan cintamu dan cintamu.
JANGKA PROGRAM
Kegiatan pengenalan jiwa ini disepakati dalam waktu yang tidak ditentukan, sebelum memperoleh kata sepakat antara kita.
KEPANITIAAN.
Tidak ada kepanitiaan dalam kegiatan ini selain aku dan kamu sendiri, serta hidayah/intervensi Allah swt.
PENUTUP.
Demikian proposal cinta ini saya buat, sebagai bahan pertimbangan untuk bisa diiterimanya cintaku. Yang jelas proposal ini bukanlah alat mencari sensasi, menabur budi, agar kau tertarik. Karena cinta tetaplah cinta.
Amirul Mukminin
Memoriku
Bojonegoro 2005


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda